I Like Your Smile

I Like Your Smile

Kamis, 31 Oktober 2013

CANTING CANTIQ

Judul novel : Canting Cantiq
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis :
Melanie Adiwijoyo merupakan anak tunggal dari pengusaha ternama. Hal ini membuat ia memiliki hidup yang sempurna. Segala kebutuhan yang ia perlukan pasti dipenuhi. Sedari dulu cita-citanya adalah menjadi model internasional. Tetapi impiannya hancur saat mengetahui ayahnya bangkrut dan membuat Mel terpaksa meninggalkan Jakarta dan tinggal di Jogja bersama Eyangnya yang bernama Eyang Santoso.
Di Jogja ternyata Eyang Santoso tidak tinggal sendirian. Ia tinggal bersama anak-anak kos yang memiliki penampilan aneh-aneh, mulai dari Dara, cewek tomboy yang ternyata bekerja sebagai penyiar radio dan memiliki rambut yang di-highlight pink. Ada Saka, cowok yang berpenampilan tradisional ala Jawa. Ada Ipank, anak yang hobi mendaki gunung dan memiliki sifat yang temperamental. Ada Jhony yang berambut kribo dan buta warna. Juga Aiko, cewek pendiam berwajah oriental yang hobi memakai minyak telon.
Ada juga Dido, cowok aneh berkacamata tebal dan berambut jingkrak seperti Fidi Dido dan Bima cowok ganteng yang pendiam. Mel juga bertemu dengan seorang desainer kebaya terkenal bernama Aryati Sastra yang nantinya akan sangat mempengaruhi kehidupan Mel.
Apakah Mel akan sanggup meninggalkan kehidupan shopping, salon dan teman-teman cantiknya dan hidup mandiri di lingkungan barunya ?

Resensi novel Canting Cantiq dari kami :

Hal positif yang kami dapat dari novel ini :
Novel ini memberi pesan moral bahwa kita harus hidup dengan mandiri dan tidak boleh salalu bergantung pada orang lain. Kita juga tidak boleh memilih-milih teman. Kita juga tidak boleh boros dan tifak boleh menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak penting.

Menurut kami, novel ini cocok bagi para remaja. Sesuai dengan rating-nya yaitu novel ini merupakan novel teenlit. Isi novel ini juga memberi hal positif pada para pembaca muda. Hal-hal positif tersebut antara lain seperti yang sudah kami sebutkan tadi
 BARA BERE

Bara bara bara, bere bere bere
Bara bara bara, bere bere bere
Bara bara bara, bere bere bere
E o marcos e fernando fazendo o bara, bere
Bara bara bara, bere bere bere
Bara bara bara, bere bere bere
Alo galera to na area tudo pode acontecer
O lindinha deita e rola so vai dar eu e voce
Daquele jeito perigo pronto pra aterrorizar
O suingue diferente fazendo o bara, bara
Agente junto quebra tudo na balada
Ja imagina que delicia a madrugada
E pra fica na historia nosso amanhecer
Fazendo bara, bere
Bara bara bara, bere bere bere
Bara bara bara, bere bere bere
Bara bara bara, bere bere bere
E o marcos e fernando fazendo o bara, bere
Bara bara bara, bere bere bere
E joao neto e frederico fazendo o bara, bere
Alo galera to na area tudo pode acontecer
O lindinha deita e rola so vai dar eu e voce
Daquele jeito perigo pronto pra aterrorizar
O suingue diferente fazendo o bara, bara
Agente junto quebra tudo na balada
Ja imagina que delicia a madrugada
E pra fica na historia nosso amanhecer
Fazendo bara, bere
Bara bara bara, bere bere bere
Bara bara bara, bere bere bere
Bara bara bara, bere bere bere
Vem marcos e fernando fazendo o bara, bere
Bara bara bara, bere bere bere
Bara bara bara, bere bere bere
Bara bara bara, bere bere bere
E o brasil inteiro fazendo bara, bere.
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Je pilirem a Fernando dela Bara, Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Ahoj kluci do pole stat se muze cokoliv
Kuzelka se a rohliky tak dam ty a ja
Tak nebezpeci pripraveni terorizovat
Jinak houpacka dela Bara, bara
Agent rozbije celou dobu v klubu
Ted si predstavte, ze potesi v noci
Je historie pro nas rano
Bara, coz Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Je pilirem a Fernando dela Bara, Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
John Frederick vnuk a dela Bara, Bere
Ahoj kluci do pole stat se muze cokoliv
Kuzelka se a rohliky tak dam ty a ja
Tak nebezpeci pripraveni terorizovat
Jinak houpacka dela Bara, bara
Agent rozbije celou dobu v klubu
Ted si predstavte, ze potesi v noci
Je historie pro nas rano
Bara, coz Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Prijdte pamatek a Fernando dela Bara, Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Bara Bara Bara, Bere Bere Bere
Je cela Brazilie dela Bara, Bere.


 WAKTU AKU SAMA MIKA

Pengarang: Indi
Penerbit: Homerian Publishing
Tahun Terbit: 2013
Tebal Halaman: 145
Bagaimana cinta antara pria penderita HIV dan gadis penderita Skoliosis? Tidak mudah. Itu adalah harga cinta dan kedewasaan Indi. Meskipun akhirnya Mika pergi dan Indi mendapatkan Ray sebagai pengganti Mika. Selalu ada tempat di hati Indi untuk Mika
Indi adalah seorang gadis penderita Skoliosis. Suatu istilah untuk pertumbuhan tulang belakang yang tidak sempurna. Kelainan ini membuat Indie tumbuh menjadi gadis pasif, tidak percaya diri, dan merasa tidak mempunyai kelebihan apa-apa.
Suatu ketika, dengan terpaksa Indi mengikuti orang tuanya. Mereka berkunjung ke rumah Paman Indi di Bandung. Di sana dia menjumpai seorang pemuda aneh. Kurus, badan bertato, berlesung pipit satu, dan selalu tersenyum padanya.
Pembawaan pemuda itu yang riang membuat Indi semakin terbuka terhadapnya. Dan tibalah saat perkenalan itu. Pria itu menyebut namanya: Mika. Tak ada pertanyaan lanjutan. Tak ada basa-basi. Hanya satu hal yang menarik perhatian Indie saat itu. Sandal jepit Mika warnanya beda. Satu hijau satu lagi berwarna kuning.
Mika benar-benar bagai malaikat bagi Indi. Dengan Mika, Indi tak perlu berpura-pura. Tak perlu malu. Saking terpesonanya Indi dengan Mika, dia langsung bilang Ya ketika Mika meminta Indi menjadi pacarnya. Di hari pertama mereka pacaran itu, Mika bilang kalau dia menderita HIV. Indi tak berkomentar apa-apa. Juga tidak menanyakan lebih detil apa itu HIV. Mika sendiri juga tidak pernah menanyakan kenapa dia memakai penyangga punggung. Kenapa dia harus punya hak bertanya.
Mika mengubah Indi perlahan-lahan. Dari gadis pemalu menjadi gadis yang berani. Bahkan kakak kelasnya yang melarang Indie untuk menggunakan toliet karena dia takut tertular HIV ia lawan. Bahkan omongan Gerry yang menjelek-jelekan Mika ia bantah.
Malam itu. Indi sedang menemani Mika menonton Home Alone 2. Indi bahagia melihat Mika bernyanyi kecil sambil sesekali tertawa melihat tokoh di film ketika membuat kekacauan. Tetapi semakin lama suara Mika semakin hilang. Indie merasa aneh. Dia lantas menatap Mika. Barulah ia sadar, Mika sudah pergi untuk selama-lamanya, tepat tiga puluh menit sebelum film berakhir. Indi melanjutkan melihat film dengan mata kosong sampai film berakhir. Mama Mika sendiri yang memergoki kematian Mika, sementara Indi hanya diam tanpa meneteskan air mata di pojok ruangan.
Novel (novelet? Kumpulan Cerpen?) dengan kemasan unik ini semula tidak menarik perhatian saya sewaktu di toko buku. Tipisnya halaman, desain seperti buku notes model loose leafs, serta penyajian halaman seperti buku tulis dengan bentuk font semacam huruf latin membuat saya tak meliriknya. Tetapi setelah melihat film-nya (itu saat saya melihat film Indonesia pertama kali dalam kurun waktu dua puluhan tahun), saya terpukau.
Kedalaman karakter Indi mengenai bagaimana merananya ia ditinggal Mika. Cara dia menyusun kata-kata, sangat jelas menggambarkan keadaan hati yang realistis. Saya tidak tahu, ini kisah nyata atau tidak, tetapi saya merasa setiap kata-katanya sangat bernyawa.
Plot cerita tidak jelas. Mungkin karena tulisan ini pada dasarnya adalah diari seseorang, bukan sebuah novel. Maka adalah hal yang logis jika tiap halaman diarinya ditulis sesuai dengan keadaan jiwa sang penulis. Justru sangat aneh jika plot dan alur sangat teratur.
Jika memang benar ini adalah cerita penulisnya, saya harap mudah-mudahan suatu ketika Indi bisa berjalan imbang tanpa bantuan penyangga tubuh lagi. Saya salut sama kamu Indi. Be struggle! The luckiest man has you! Even Mika.
*menyentuh kalo baca novel ini :)

Judul Buku    : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang      : Tere Liye
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Tempat dan
Tahun Terbit : Jakarta,2010
Tebal              : 264 halaman ; 20 cm
                Tere Liye yang sudah menghasilkan kurang lebih 14 novel menyebarkan pemahaman bahwa hidup ini sederhana. Tere Liye membuat sebuah novel yang selalu menyentuh hati para pembacanya seperti pada novelnya yang berjudul (Hafalan Sholat Delisa 2008), yang menceritakan tentang kisah seorang gadis kecil berumur 6 tahun yang menjadi korban tsunami di Aceh tahun 2004. Kemudian pada tahun 2010, dia menciptakan novel ini yang menceritakan kehidupan gadis yang berhasil menjadi sukses. Seperti di novel-novel lainnya, Tere Liye menyajikan kisah keluarga dan cinta serta alur yang maju-mundur.

            Novel ini bercerita tentang seorang gadis bernama Tania yang berumur 23 tahun dan di novel ini dia menjadi ‘aku’. Tokoh lainnya Dede (adik Tania), ibu, Danar (di dalam berperan menjadi ‘seseorang/dia’), Kak Ratna (istri Kak Danar), dan pemeran figuran lainnya. Setting cerita berawal di lantai dua sebuah toko buku di Kota Depok. Di sana,Tania menceritakan kisah hidupnya selama sepuluh tahun terakhir mulai pukul 20.00 – 21.00 kemudian pukul 21.00 – 21.17  dia keluar dari toko buku menuju tempat yang bersejarah baginya hingga dia akhirnya dia dapat menyelesaikan teka-teki kehidupan.
Tania, seorang gadis yang masa kecilnya pernah menjadi pengamen jalanan. Namun dia ditolong oleh seseorang yang merupakan malaikatnya dan membuat dia menjadi berhasil. Tania pada saat mengamen tinggal bersama ibu dan adiknya di sebuah rumah kardus. Dia mengamen bersama adiknya karena ayahnya sudah meninggal 3 tahun sebelumnya. Dia dan adiknya tidak bersekolah. Pada suatu hari, dia dan adiknya bertemu seseorang di dalam bis . Seseorang itu menolong Tania ketika tertusuk paku. Seseorang itu merupakan awal mula kehidupan baik Tania dan keluarganya setelah dulu pernah hidup berkecukupan ketika ayahnya masih hidup. Tania menjadikan seseorang tersebut sebagai malaikatnya. Tania berusaha untuk selalu menuruti ucapannya.
Pada saat kebahagiaan itu berlangsung, ibu Tania ternyata terkena kanker paru-paru stadium IV yang membuat ibu Tania meninggal. Tania diberi pesan terakhir oleh ibunya untuk tidak menangis dan selalu tabah, tegar, serta membanggakan. Setelah kepergian ibunya, Tania berhasil menjadi anak yang berpretasi di Singapura atas beasiswa dari ASEAN Scholarship yang diberikan kepadanya. Pendidikannya dari SMP hingga kuliah dia laksanakan di Singapura dan dia memberikan prestasi yang memuaskan yaitu selalu menjadi peringkat pertama sejak SMA karena di SMP dia berada di posisi kedua. Tania juga bekerja di Singapura. Sedangkan adiknya menjadi laki-laki yang tak kalah pintar dengan kakaknya tersebut. Dia hobi sekali bermain lego. Kak Danar yang memberikan masa depan yang baik bagi Tania dan adiknya juga menjadi orang yang sukses di pekerjaannya saja dan dia belum sukses di dalam percintaannya. Kak Danar sempat mengecewakan Tania setelah pernikahan yang dilakukannya dengan Kak Ratna yang merupakan kekasih Kak Danar. Setelah Kak Danar mengetahui bahwa Tania membeci pernikahan tersebut, dia putuskan untuk merenungi perbuatan yang telah dia lakukan kepada Tania yang merupakan bagian penting dalam hidupnya.
Pada akhir cerita, kesedihan yang tidak berlangsung lama menutup cerita ini karena Tania berjuang untuk bangkit. Keberhasilan Tania di pendidikan dan pekerjaan tidak diakhiri dengan percintaan yang baik hingga dia memutuskan untuk meneruskan kegiatannya di Singapura dan tidak pernah kembali. Kak Danar pun terlihat cukup kecewa, apalagi istrinya yang sedang hamil empat bulan pulang ke rumah keluarganya di Bogor. Bagi Tania sesuatu yang diinginkannya mungkin akan dia temukan esok lusa.
Novel ini memiliki kelebihan yaitu memberikan pengalaman hidup yang berkesan bagi kita untuk selalu rajin belajar (“Belajarlah yang rajin Tania!”,aku bersumpah untuk melakukannya.),berjuang, dan berkerja keras dalam hidup ini. Kisah pada novel ini cocok bagi para remaja putra dan putri untuk mengetahui bagaimana seorang yang awalnya terlihat buruk dapat menjadi sukses di masa depan. Memang terdapat juga kisah cinta di novel ini yang berkesan bagi kita karena isinya memberikan pesan dan kesan bagi pembacanya untuk dapat belajar dari pengalaman yang diberikan oleh penulis novel.    Kekurangan dari novel ini yaitu ending yang masih terlihat belum selesai dan ingin untuk diketahui lanjutannnya.
Kita dapat memaknai judul novel ini yaitu ‘Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin’ yang berarti kita diibaratkan sebagai daun kering yang kemudian jatuh dan kita tidak boleh membenci angin yang menerpa kita, karena angin tersebut dapat membawa kita menuju tempat yang bagi kita adalah hal yang lebih baik. 

No
              bentuk
kelebihan
1
Gaya bahasa
Gaya bahasanya bagus dan sangat mudah dipahami.
Bahasanya yang indah untuk didengar dan sangat puitis sehingga si pembaca sangat nyaman dan senang dalam membaca novel tersebut termasuk saya 
2
Sistematika penyaji
sistematikanya bagus sehingga sesuai dengan bunyi bahasa yang disajikan
3
Penilaian sampul
Sampulnya bagus dengan motif yang terlihat lebih menarik
4
Isi/cara menyelesaikan konflik
Cara penyelesaian konflik lebih riil
Sehingga si pembaca bisa puas dalam memahami novel tersebut dan tidak bosan untuk dibaca
5
Cara mengakhiri
Cara mengakhiri cerita tersebut baik
Bisa dicerna lebih bagus  sehingga si pembaca lebih puas dalam membaca novel tersebut
6
Kehadiran tokoh
Tokoh-okoh yang ada sangat bagus dalam memerankan cerita tersebut dan bisa dibayangkan bahwa tokoh-tokoh tersebut benar-benar mempunyai jiwa acting yang bagus
           
No
                      Bentuk
                    Kekurangan 
1
alur
Kurang jelas dalam perjalanan cerita tersebut sehingga si pembaca masih penasaran dengan cerita yang lebih jelasnya
2
Happy/sad
Sebenarnya sudah bagus karena awalnya happy tetapi berakhir dalam larut kesedihan terus menerus
3
eyd
 Pada halaman 19 paragraph pertama baris ke 2 seharunya kata ‘itu’ tidak miring
 Pada halaman 59 paragraph 6 seharusnya tidak terlalu banyak menggunakan titik
 Pada halaman 233 paragraph ke 4 baris ke 2 kata memesona itu seharunya mempesona
 Pada halaman 249 paragraph 3 baris ke 3 kata dedetakmengerti seharusnya pakai spasi seperti ini dede tak mengerti